Oleh: admin
Kategori: Sejarah Islam, Sirah Nabawiyyah, Edukasi
PONDOK PESANTREN BANARAN SEKARAN AN-NAJMA, SEMARANG — Mempelajari sirah nabawiyyah (sejarah hidup Nabi Muhammad SAW) tidak akan lepas dari pembahasan mengenai peperangan yang terjadi di masa beliau. Namun, sering kali terdapat kesalahpahaman di tengah masyarakat mengenai esensi, jumlah, dan sifat dari peperangan tersebut.
Berdasarkan literatur kitab-kitab sirah nabawiyyah, mari kita bedah secara mendalam bagaimana klasifikasi, strategi, serta fakta sejarah peperangan di zaman Rasulullah SAW.
Klasifikasi Perang: Ghazwah vs Sariyyah
Secara istilah, peperangan di zaman Rasulullah SAW terbagi menjadi dua kategori utama:
Ghazwah (19 Kali): Yaitu peperangan yang diikuti dan dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad SAW.
Sariyyah / Ba'ts (24 Kali): Yaitu peperangan yang tidak dihadiri langsung oleh Rasulullah SAW, melainkan beliau mengutus para sahabat dan pasukannya untuk berangkat.
Total Peperangan di Zaman Rasulullah SAW adalah 43 Kali.
Sifat Peperangan: Defensif vs Ofensif
Ada anggapan keliru yang menyatakan bahwa perang di zaman Rasulullah SAW hanya bersifat defensif (bertahan). Menilai demikian adalah kesalahan fatal karena fakta sejarah mencatat banyak perang ofensif (menyerang terlebih dahulu) yang dipimpin langsung oleh beliau.
A. Daftar Perang Ofensif
Perang Badar: Menghadang kafilah dagang Quraisy pimpinan Abu Sufyan, lalu menghadapi pasukan Quraisy yang siap berperang.
Perang Hunain dan Fathu Makkah: Operasi pembebasan dan pembersihan syirik.
Perang Bani Qainuqa', Bani Nadhir, dan Bani Quraizhah: Menyerang kaum Yahudi karena terbukti mengkhianati Piagam Madinah.
Perang Tabuk dan Mu'tah: Menginvasi kaum Nasrani setelah mendapat kabar bahwa mereka berencana menyerang umat Islam.
Perang Khaibar: Perang ofensif yang menghasilkan kemenangan terbesar dan ghanimah (harta rampasan perang) terbanyak.
B. Daftar Perang Defensif
Sementara itu, perang yang murni bersifat defensif (bertahan) antara lain:
Perang Uhud
Perang Khandaq (Ahzab)
Dalil Pergeseran Strategi Perang
Perubahan strategi dari defensif menjadi ofensif pasca Perang Khandaq ditegaskan dalam sebuah hadits shahih riwayat Imam Bukhari:
عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ صُرَدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْأَحْزَابِ: «نَغْزُوهُمْ، وَلَا يَغْزُونَنَا» (رواه البخاري)
"Diriwayatkan dari Sulaiman bin Shurod R.A., ia berkata: Nabi SAW pada saat Perang Ahzab bersabda: 'Mulai sekarang kita yang akan menyerang mereka, dan mereka tidak akan (bisa) menyerang kita lagi'." (HR. Bukhari)
Keagungan Strategi dan Karakter Militer Rasulullah SAW
Rasulullah SAW adalah seorang pemimpin tertinggi yang memiliki karakter militer luar biasa. Keagungan beliau tercermin dalam empat poin utama:
- Ahli Taktik: Beliau kerap menerapkan prinsip "lawan jangan diberi kesempatan menyerang", sehingga perang ofensif sering dipraktikkan.
Ahli Diplomasi: Kejeniusan diplomasi beliau terbukti nyata lewat Perjanjian Hudaibiyah hingga berujung pada penaklukan Makkah (Fathu Makkah).
Wibawa Tinggi: Meski bertempur dengan persenjataan sederhana dan tidak berlebihan, pasukan Muslimin selalu terlihat berwibawa dan menggetarkan hati musuh.
Sangat Bijaksana: Beliau bukan pemimpin yang kejam, sadis, atau melakukan pemusnahan etnis (genosida) seperti yang sering dilakukan para pemimpin kafir.
Meluruskan Fakta Sejarah Piagam Madinah
Ada satu hal penting yang perlu ditegaskan terkait sejarah kota Madinah. Pemberlakuan Piagam Madinah di kota Madinah tidak mengikutsertakan umat Kristen. Pada saat itu, di Madinah belum ada umat Kristen, Majusi, ataupun Hindu-Buddha.
Klaim dari kalangan liberal yang menyatakan sebaliknya adalah kekeliruan tanpa dasar ilmiah akibat tidak mengkaji kitab sirah dengan benar.
Kesimpulan
Belajar sirah nabawiyyah mengajarkan kita untuk meneladani Rasulullah SAW secara utuh, termasuk dalam memahami bagaimana beliau membangun peradaban Islami yang mulia, mulia dalam damai, dan berwibawa di medan perang.
Sumber: Infografis ILMAN (Ilmu An-Najma) - Pondok Pesantren Banaran Sekaran An-Najma, Semarang.
𝙁𝙤𝙡𝙡𝙤𝙬 𝙐𝙨 𝙤𝙣 𝙊𝙪𝙧 𝙎𝙤𝙘𝙞𝙖𝙡 𝙈𝙚𝙙𝙞𝙖 :
📱 Instagram : @ponpes_annajma
📱 Facebook : Pondok Pesantren ANNAJMA
📹 Youtube : PONPES ANNAJMA
🌐 Website : ppannajma.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar