ILMAN (Ilmu An Najma)


 


PONDOK PESANTREN AN-NAJMA SEMARANG — Tanah bukan sekadar hamparan bumi tempat kita berpijak atau aset properti yang bisa diperjualbelikan demi keuntungan sesaat. Lebih dari itu, tanah adalah amanah, warisan leluhur, dan simbol kedaulatan sebuah bangsa.

Terkait hal ini, ada sebuah kisah sarat hikmah dari ulama kharismatik kita, KH. Maimoen Zubair (Mbah Moen), saat beliau menunaikan ibadah haji puluhan tahun silam. Kisah ini menjadi alarm keras bagi kita semua tentang bahaya menjual tanah warisan demi kesenangan duniawi.

Pertemuan Mbah Moen dengan Jemaah Palestina di Tahun 1950-an

Pada era tahun 1950-an, Mbah Moen berangkat ke tanah suci Mekah untuk menunaikan ibadah haji untuk pertama kalinya, sekaligus untuk menuntut ilmu. Di sana, beliau terkejut melihat fenomena banyaknya orang Palestina yang juga sedang melaksanakan ibadah haji. Jumlah mereka sangat banyak.

Penasaran dengan kondisi tersebut, Mbah Moen kemudian bertanya mengenai apa yang sebenarnya terjadi di tanah Palestina saat itu.

Tergiur Harta, Menjual Tanah ke Pihak Asing

Jawaban yang diterima Mbah Moen sungguh mengejutkan. Ternyata, banyak warga Palestina pada masa itu yang memutuskan untuk menjual tanah-tanah mereka kepada pihak asing (Amerika/Yahudi).

Mereka tergiur dengan tawaran harga yang berlipat-lipat gila dari pembeli asing tersebut. Hasil penjualan tanah yang melimpah itu kemudian mereka gunakan untuk berbagai keperluan duniawi, membeli ini dan itu, termasuk mendanai keberangkatan mereka untuk menunaikan ibadah haji ke Mekah.

Penyesalan yang Terlambat: Palestina Menjadi Negara Jajahan

Sedikit demi sedikit, sejengkal demi sejengkal, tanah yang telah dibeli oleh pihak asing tersebut akhirnya dikuasai oleh Israel. Tanah-tanah warisan itu kemudian digunakan sebagai fondasi untuk mendirikan sebuah negara baru.

Akibat kekhilafan masa lalu, kondisi kini berbalik 180 derajat. Palestina yang semula adalah pemilik tanah, kini terbalik menjadi negara jajahan di atas tanah mereka sendiri. Kisah pilu ini meninggalkan kesedihan yang mendalam di hati Mbah Moen.

Pesan Mendalam dari Mbah Moen

Dari peristiwa sejarah tersebut, Mbah Moen menitipkan pesan yang sangat kuat untuk kita semua:

"Jangan mudah menjual tanah (terlebih tanah warisan) meskipun untuk menunaikan ibadah haji."

Beliau juga menegaskan sebuah kutipan yang menembus sanubari:

"Tanah itu bukan sekadar harta, tetapi amanah dan warisan dari para leluhur. Jangan sampai karena dunia kita kehilangan tanah, lalu akhirnya kehilangan martabat dan kemerdekaan."

Kesimpulan: Jaga Tanah Air, Jaga Harga Diri Bangsa

Kisah dari infografis ILMAN (Ilmu An-Najma) ini adalah pelajaran berharga bagi kita di Indonesia. Mari kita jaga tanah warisan, tanah air, dan harga diri bangsa kita dengan sekuat tenaga. Jangan sampai kita tergiur oleh iming-iming kemewahan dunia yang sesaat, hingga akhirnya berujung pada duka yang panjang bagi anak cucu kita kelak.


Sumber & Inspirasi: Infografis ILMAN - Pondok Pesantren Banaran Sekaran An-Najma, Semarang. Mari ikuti perkembangan informasi keislaman lainnya melalui official media sosial Ponpes An-Najma:

𝙁𝙤𝙡𝙡𝙤𝙬 𝙐𝙨 𝙤𝙣 𝙊𝙪𝙧 𝙎𝙤𝙘𝙞𝙖𝙡 𝙈𝙚𝙙𝙞𝙖 :

📱 Instagram : @ponpes_annajma

📱 Facebook : Pondok Pesantren ANNAJMA

📹 Youtube : PONPES ANNAJMA

🌐 Website : ppannajma.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar